Pakar penyakit menular AS, dr. Faheem Younus. /Tangkap layar Youtube.com/Humanity First Indonesia
Pakar penyakit menular AS, dr. Faheem Younus. /Tangkap layar Youtube.com/Humanity First Indonesia

Bermodal Google Translate, dr. Faheem Younus Aktif Edukasi Orang Indonesia Soal Covid-19

Pakar penyakit menular asal Amerika Serikat (AS), dr. Faheem Younus, mendadak beken di kalangan netizen Indonesia karena aktif memberi edukasi soal Covid-19 melalui akun Twitter pribadinya @FaheemYounus.

Edukasi dari dr. Faheem Younus mudah dimengerti masyarakat Indonesia karena menggunakan bahasa Indonesia meski dia berasal dari AS.

Terlebih lagi, bahasa Indonesia yang digunakan dr. Faheem Younus di Twitter cukup fasih, tidak dicampur dengan bahasa Inggris.

Saat menjadi pembicara di acara diskusi virtual yang disiarkan kanal Youtube Humanity First Indonesia pada 17 Juli 2021, dr. Faheem Younus menceritakan sebab dirinya mampu berkicau menggunakan bahasa Indonesia dengan fasih di Twitter.

Dokter Faheem Younus bercerita, bukan baru kali ini saja dia menggunakan bahasa asing, di luar bahasa Inggris, saat berkicau di Twitter untuk memberikan edukasi Covid-19.

“Saya pernah berkicau di Twitter menggunakan bahasa India ketika India dihantam lonjakan kasus Covid-19,” ujarnya.

“Saya pernah juga berkicau menggunakan bahasa Spanyol untuk orang-orang Amerika Selatan saat mereka belum tahu bagaimana begitu berbahayanya pandemi Covid-19.”

“Dan akhirnya sekitar 6-7 pekan lalu saya mulai mengedukasi masyarakat Indonesia. Awalnya menggunakan bahasa Inggris, perlahan menggunakan bahasa Indonesia,” katanya.

Dokter Faheem Younus mengatakan, tak ada motivasi lain dari dirinya selain ikut berkontribusi terhadap upaya penanganan Covid-19 di Indonesia.

Soal mengapa amat fasih menggunakan bahasa Indonesia, dr. Faheem Younus menceritakan pada mulanya ada seorang relawan yang membantunya menerjemahkan ke bahasa Indonesia.

Namun sekarang, dr. Faheem Younus sepenuhnya menggunakan aplikasi Google Translate untuk mengedukasi masyarakat Indonesia.

“Saya melakukannya meski agak repot. Jadi pertama saya terjemahkan dari bahasa Inggris ke Indonesia, kemudian hasil terjemahan tadi saya coba terjemahkan lagi ke bahasa Inggris untuk memastikan tidak ada yang salah,” katanya.

“Itulah juga sebabnya saya tidak bisa terus-menerus berkicau di Twitter, hanya beberapa kali dalam sehari,” katanya.

Dokter Faheem Younus mengungkapkan rasa cintanya kepada masyarakat Indonesia dan berharap bisa berkunjung ke Indonesia jika pandemi sudah usai.***

Sumber: Youtube Humanity First Indonesia

 

#ArtikelAsli