dr-loise-kartika-protes-fotonya-ditampilkan-di-artikel-terkait-dr-lois-owien_

dr Louise : tidak terima fotonya muncul ditengah kehebohan

Seorang dokter spesialis gizi, dr Louise Kartika, melaporkan sejumlah media ke Polda Metro Jaya. Louise memprotes media-media tersebut karena mencatut fotonya untuk artikel pemberitaan tentang dr Lois Owien.
Kasus ini bermula saat heboh penangkapan dr Lois Owien oleh polisi awal pekan lalu. Singkat cerita, dr Louise mengetahui fotonya ditampilkan pada artikel terkait dr Lois, di beberapa media.

David Kaligis selaku pengacara dr Louise Kartika mengatakan kliennya merasa tertekan setelah fotonya dimunculkan pada artikel terkait dr Lois Owien. Foto pribadinya itu disebutnya diambil dari akun medsos dr Louise Kartika, tanpa izin.

“Foto klien kami diambil dari media online terkait dan masih banyak lagi sekitar 50 media online yang mencatut foto klien kami sehingga klien kami merasa tertekan. Atas dasar tersebut, klien kami membuat laporan terkait dengan UU ITE Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 35,” kata David Kaligis selaku pengacara dr Louise Kartika di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Dokter Louise Kartika mengaku dirugikan. Dia mengaku sudah mencoba meminta klarifikasi ke media tersebut tapi tidak ditanggapi.

“Saya sendiri telah berusaha semampu saya untuk meredam penggunaan foto saya di berita-berita tersebut namun klarifikasi dari pihak saya sepertinya diacuhkan,” katanya.

 

“Hingga saat ini saya terus menjadi sasaran dari berbagai reaksi dari banyak orang dan masyarakat yang sudah telanjur menganggap saya sebagai dr LO. Akhirnya saya menyadari bahwa ini semua di luar kemampuan saya untuk meredamnya,” katanya.

“Atas dasar tersebut, masalah ini saya serahkan kepada kuasa hukum saya dan juga pihak yang berwajib untuk ditindaklanjuti,” tambah dr Louise Kartika.

Kasus tersebut kini telah diterima oleh Pihak Polda Metro Jaya. Kasus ini kini ditangani di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut.

Menurut MoU, pengaduan soal pers seharusnya diselesaikan di Dewan

 

Menurut MoU, Pengaduan soal Pers Seharusnya Diselesaikan Dewan Pers

Pada Februari 2017, telah dibuat nota kesepahaman antara Dewan Pers dan Kapolri yang saat itu dijabat Tito Karnavian.

MoU bernomor 2/DP/MoU/II/2017 dan Nomor B/5/II/2017 itu memuat tentang Koordinasi dalam Perlindungan Kemerdekaan Pers dan Penegakan Hukum Terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan. MoU ini ditandatangani kedua belah pihak, yakni pihak kesatu Yosep Adi Prasetyo selaku Ketua Dewa pers dan pihak kedua Kapolri Jenderal M Tito Karnavian.

 

Pada Bagian Ketiga tentang Koordinasi di Bidang Penegakan Hukum Terkait Penyalahgunaan Profesi Wartawan di Pasal 5 disebutkan:

(1) Pihak kesatu apabila menemukan dan/atau menerima laporan masyarakat terkait dengan adanya dugaan tindak pidana di bidang pers maka melakukan koordinasi dengan pihak kedua.
(2) Pihak kedua apabila menerima laporan masyarakat terkait adanya dugaan tindak pidana di bidang pers maka terlebih dahulu dilakukan penyelidikan dan hasilnya dikoordinasikan dengan pihak kesatu untuk menyimpulkan perbuatan tersebut adalah tindak pidana atau pelanggaran Kode Etik Jurnalistik.
(3) Jika dari hasil koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) merupakan perbuatan tindak pidana, maka pihak kesatu menyerahkan kepada pihak kedua untuk ditindaklanjuti dengan proses penyelidikan dan penyidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
(4) Pihak kedua dapat meminta bantuan Ahli kepada pihak kesatu dalam proses penegakan hukum terhadap penyalahgunaan profesi wartawan, selanjutnya pihak kesatu wajib memenuhi permintaan tersebut.
(5) Pihak kedua menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) kepada pihak kesatu sebagaimana dimaksud pada ayat (3).

 

#ArtikelAsli

Bedah Digestif ,Spesialis Obgyn Adalah,Rsia Bunda ,Psikolog Psikiater ,Perbedaan Psikiater Dan Psikolog ,Klinik Dokter Umum Terdekat ,Klinik 24 Jam Terdekat Dari Sini ,Kki Online ,Foto Laptop ,Dr Joko Siswoyo ,Dr Joko ,Dokter Joko ,Dokter Dekat Sini ,Dokter Budi ,Spesialis Onkologi Adalah